SEMANGAT

Bersemangatlah selalu walaupun saat ini kau dalam keadaan bersedih.

Iklan

Percayalah

Kadang kita minta pada Allah setangkai bunga yang indah tapi diberi kaktus yang berduri. Kita meminta kupu-kupu tapi diberi ulat.

Kitapun sedih dan kecewa namun kemudian, kaktus itu berbunga indah dan ulatpun menjadi kupu-kupu yang amat cantik, Itulah jalan Allah, indah pada waktunya.

Allah tidak memberi apa yang kita harapkan tetapi memberi apa yang kita butuhkan. Kadang kita sedih dan kecewa serta terluka… tapi jauh diatas segalanya Ia merajut apa yang terbaik dalam hidup kita.Hai !

Ketenangan

Ketenangan tidak terletak pada Harta dan Fisik  tetapi

Ketenangan terletak pada Hati dan Jiwa.allow

SEMANGAT

Beruntunglah orang-orang yang mempertahankan semangat dalam tiap pergantian waktu, menjaga niat tetap dalam kebaikan, menemukan Allah dalam tiap gerak langkahnya dan menjadikan Allah sebagai tujuan akhir hidupnya. Aminn…butterfly

KEBAHAGIAAN_._

Kebahagiaan yang kumiliki bukan saat aku mendapatkan harta atau kekayaan namun kebahagiaanku terbentuk disaat aku melihat teman baikku tertawa dan gembira disaat melewati setiap detik-detik hidupnya. Gunung boleh meletus, danau boleh kering dan hutan boleh gundul namun persahabatan tak akan putus untuk selamanya.

cintailah

LOVEcintailah seseorang itu atas dasar siapa dia SEKARANG dan bukanlah karena siapa dia SEBELUMNYA jangan mencintai seseorang karena KESEMPURNAANYA tapi buat dia sempurna karena CINTAMU.

“TIDAK ADA ORANG YANG KEKURANGAN WAKTU UNTUK BELAJAR, KECUALI ORANG YANG KURANG MENGHORMATI WAKTU YANG BISA DIGUNAKAN UNTUK BELAJAR”

kanker leher rahim

Kanker Leher Rahim
Kanker laher rahim adalah tumor ganas yang tumbuh di daerah leher rahim (serviks), yaitu suatu daerah pada organ reproduksi wanita yang merupakan pintu masuk ke arah rahim yang terletak antara rahim (uterus) dan liang senggama (vagina).

Kanker Serviks
Kanker leher rahim terjadi jika sel-sel yang ada di daerah tersebut membelah secara tak terkendali dan menjadi abnormal. Jika sel-sel tersebut terus membelah, maka akan terbentuk suatu massa jaringan yang disebut tumor. Tumor dapat bersifat jinak atau ganas. Jika tumor tersebut menjadi ganas, maka keadaanya disebut sebagai kanker leher rahim.
Apa penyebab kanker leher rahim? (1,2,3)
Penyebab dari terjadinya kelainan pada sel-sel leher rahim tersebut tidak diketahui secara pasti, tetapi terdapat beberapa faktor risiko yang dapat berpengaruh terhadap terjadinya kanker serviks tersebut :
1. HPV (Human Papilloma Virus)
HPV adalah suatu virus yang dapat menyebabkan terjadinya kutil pada daerah genital (kondiloma akuminata), yang ditularkan melalui hubungan seksual. HPV sering diduga sebagai penyebab terjadinya perubahan yang abnormal dari sel-sel leher rahim.
2. Merokok
Tembakau dapat menurunkan sistem kekebalan tubuh dan mempengaruhi kemampuan tubuh untuk melawan infeksi HPV pada serviks.
3. Hubungan seksual pertama dilakukan pada usia dini
4. Berganti-ganti pasangan seksual
5. Gangguan sistem kekebalan tubuh
6. Pemakaian pil KB
7. Infeksi herpes genitalis atau infeksi klamidia menahun
Apa Gejalanya? (1,2)
Pada awalnya perjalanan penyakit dari kanker leher rahim dapat berupa pembakal kanker atau lesi prakanker. Perubahan prekanker ini biasanya tidak menimbulkan gejala dan tidak terdeteksi kecuali jika wanita tersebut menjalani pemeriksaan panggul atau pap smear.

Gejala biasanya baru muncul ketika sel serviks yang abnormal berubah menjadi keganasan dan menyusup ke jaringan sekitarnya. Pada saat ini dapat timbul gejala seperti gangguan menstruasi, perdarahan vagina, serta keputihan.

Jika kanker berkembang makin lanjut maka dapat timbul gejala-gejala seperti:
• Berkurangnya nafsu makan, penurunan berat badan, kelelahan
• Nyeri panggul, punggung dan tungkai
• Keluar air kemih dan tinja dari vagina
• Patah tulang
Bagaimana cara mendiagnosis kanker leher rahim? (1,3)
Diagnosis dari kanker leher rahim ditegakkan berdasarkan gejala dan hasil dari pemeriksaan, seperti:
1. Pap smear
Pap smear adalah suatu pemeriksaan mikroskopik terhadap sel-sel yang diperoleh dari apusan leher rahim. Pemeriksaan ini dapat mendeteksi sampai 90% kasus kanker serviks secara akurat. Dari hasil pemeriksaan ini juga dapat ditentukan stadium dari kanker leher rahim, yaitu:
• Normal
• Displasia ringan, yaitu perubahan pada leher rahim masih pada tingkat dini yang belum bersifat ganas
• Displasia berat, yaitu perubahan yang lebih lanjut dari sel leher rahim, tetapi masih belum bersifat ganas
• Karsinoma in situ, yaitu kanker yang terbatas pada lapisan paling luar dari leher rahim
• Kanker invasif, yaitu kanker yang sudah menyebar ke lapisan leher rahim yang lebih dalam atau ke organ tubuh yang lainnya.
2. Kolposkopi
Pemeriksaan ini dilakukan dengan cara melihat keadaan leher rahim secara langsung dengan suatu alat yang disebut dengan kolposkop.
3. Biopsi
Biopsi pada leher rahim merupakan suatu prosedur yang dilakukan dengan cara mengambil sampel jaringan leher rahim untuk kemudian diperiksakan di bawah mikroskop. Dari pemeriksaan biopsi dapat diketahui diagnosis pasti dari kanker leher rahim.
Bagaimana pengobatannya? (1,2)
Pengobatan kanker mulut rahim ditentukan oleh berat ringannya penyakit atau stadium dari penyakit. Untuk stadium awal tindakan operasi merupakan pilihan pertama. Pilihan pengobatan yang lain berupa terapi penyinaran, terapi biologis dan kemoterapi, yang dilakukan pada kasus-kasus yang sudah lanjut. Pada beberapa kasus mungkin juga dilakukan histerektomi, yaitu suatu prosedur untuk mengangkat rahim secara total.

Selain pemilihan cara pengobatan berdasarkan berat ringannya penyakit, juga harus diperhatikan efek samping dari masing-masing cara pengobatan. Terapi penyinaran, misalnya, dapat menyebabkan iritasi pada vagina dan rektum, kerusakan pada kandung kemih dan terganggunya fungsi indung telur. Kemoterapi dapat menyebabkan terjadinya kerontokan rambut, gangguan pencernaan, mudah mengalami infeksi, dan perdarahan.
Pencegahan kanker leher rahim (1,2)
Ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mencegah terjadinya kanker leher rahim :
1. Mencegah terjadinya infeksi HPV
Tindakan pencegahan dapat dilakukan dengan cara pemberian vaksinasi HPV, atau dengan menghilangkan resiko perilaku seksual yang meningkatkan paparan terhadap virus tersebut..
2. Melakukan pemeriksaan pap smear secara teratur
3. Mengonsumsi vitamin A, C dan E dapat menghentikan atau mencegah perubahan keganasan pada sel-sel leher rahim
Hubungan ß-Glucan dengan kanker leher rahim (4)
Kegagalan dari sistem pertahanan tubuh manusia untuk mengenali dan mengeliminasi sel kanker pada leher rahim merupakan penyebab dari makin berkembangnya penyakit ini. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa respon pertahanan tubuh manusia ini dapat ditingkatkan oleh suatu senyawa yang disebut ß-Glucan sehingga dapat bekerja dengan lebih maksimal. ß-Glucan dapat membantu untuk mengendalikan perkembangan penyakit kanker dengan cara meningkatkan kemampuan sel tubuh untuk mengenali sel-sel kanker dan mengeliminasi sel-sel kanker tersebut.

Sistem pertahanan tubuh utama yang berkaitan langsung dengan pertahanan tubuh terhadap serangan kanker leher rahim antara lain berupa makrofag, natural-killer (NK) cell dan sel T. ß-Glucan dapat mengaktivasi dan menstimulasi semua sel tersebut sehingga pertahanan tubuh terhadap kanker meningkat.
.

Refference :
1. Kanker leher rahim. Medicastore 2004 (cited 2007 April 17);1(1):Available from URL:http://www.medicastore.com/med/detail_pyk.php?iddtl=104&idktg=17&UID=20070418155152202.73.119.219
2. Hilman H. Bahaya kanker serviks bagi wanita. KlinikNet (cited 2007 April 17);1(1):Available from URL:http://situs.kesrepro.info/aging/mar/2003/ag03.htm
3. Yohanes R. Kanker leher rahim. Dokter.indo.net (cited 2007 April 17);1(1):Available from URL:http://dokter.indo.net.id/serviks.html
4. Frank MJ. Cancer and the immune system. Nutritional Scientific Corporation 2007 April(cited 2007 April 18):1(1):Available from URL:http://www.nsc24.com/CancerR.htm

Varises saat hamil

Varises di kaki bukan cuma merusak penampilan tapi juga menimbulkan keluhan pegal, kaku, dan rasa nyeri pada bagian betis. Apa yang harus kita lakukan?

Varises kerap muncul pada saat kita berbadan dua. Gangguan berupa pelebaran pembuluh darah balik ini tampaknya memang sepele, tapi ternyata cukup mengganggu. Kadang, kaki terasa pegal atau kaku.

Kemunculan varises ditandai dengan penonjolan-penonjolan pembuluh darah ke permukaan kulit di daerah betis. Biasanya varises berwarna hijau kebiru-biruan. Tonjolan ini bisa kecil, bisa juga sangat besar. Yang jelas, kurang sedaplah jika dipandang dan kerap membuat si pemilik varises merasa rendah diri.

ASAL-USUL

Apa sebetulnya yang terjadi? Sebenarnya penonjolan-penonjolan ini merupakan pembendungan aliran darah yang terjadi pada pembuluh-pembuluh darah balik (vena). “Fungsi pembuluh vena yang normal dan sehat adalah membawa darah kotor (darah yang banyak mengandung karbondioksida) kembali ke jantung,” ujar dr. Nanang Hasani, Sp.OG, dari RSIA Hermina .

Karena harus bekerja melawan gaya berat, maka pembuluh vena dirancang untuk memiliki serangkaian katup yang mencegah membaliknya aliran darah. Bila katup ini hilang, darah cenderung berkumpul pada vena di mana tarikan gaya beratnya besar, seperti kaki dan anus. Nah, karena terbendung, aliran darah pun mencari jalan alternatif.

Caranya ? Dengan membuat “jalan baru” melalui pembuluh-pembuluh lain yang lebih kecil yang terletak lebih dalam. “Jalan baru” ini bisa terbentuk bukan cuma di kaki saja, melainkan di bagian tubuh mana saja.

MUNCUL SAAT HAMIL

Gangguan varises cenderung lebih banyak menyerang wanita yang bertubuh gemuk dibanding pria. Dan kerap dialami pertama kali oleh wanita yang sedang hamil. Bisa diduga penyebabnya adalah perubahan bentuk rahim yang kian membesar ukurannya, semakin menekan sejumlah pembuluh darah balik di sekitar bagian perut. Akibatnya, terjadilah penyempitan pada pembuluh darah yang tertekan, sehingga aliran darah di beberapa daerah bagian bawah perut menjadi tidak lancar.

Kecuali pembesaran ukuran rahim, hormon pun diduga menjadi penyebab timbulnya varises. Seperti kita tahu kehamilan membawa perubahan hormon. Hormon progresteronlah yang bertanggung jawab pada keadaan yang menyebabkan perubahan pada elastisitas dinding pembuluh darah.

Umumnya wanita yang sudah terkena varises sebelum hamil, akan mengalami varises yang lebih parah saat berbadan dua. Begitu juga varises akan muncul pada wanita hamil di atas usia 40 tahun atau pada kehamilan kedua, ketiga, dan seterusnya serta pada kehamilan dengan bayi kembar.

Kecuali hal yang sudah disebutkan, varises saat hamil bisa juga muncul akibat adanya infeksi.

BISA DI VAGINA

Betis memang bagian yang paling sering terkena serangan varises. Dan varises di bagian inilah yang paling mengganggu penampilan. Tapi sebenarnya varises bisa menyerang bagian tubuh lain, misalnya di anus, yang dikenal dengan istilah wasir atau ambeien.

Pada ibu hamil, varises pun bisa menyerang daerah vagina dan jalan lahir. Memang sangat jarang terjadi. Tapi, varises di bagian bisa menjadi masalah yang cukup serius karena akan mengganggu kelancaran proses melahirkan. “Gangguan proses persalinan akibat varises bisa membahayakan jiwa calon ibu yang menjalani persalinan normal. Sebab, saat proses mengejan yang kuat bisa mengakibatkan pecahnya varises yang ada di daerah vagina. Akibatnya akan terjadi perdarahan hebat,” ungkap dr. Nanang.

Umumnya dokter akan menyarankan bedah caesar bagi ibu hamil yang sejak awal sudah terdeteksi mengalami varises di jalan lahir atau di vagina. Tujuannya untuk mencegah perdarahan yang tidak diharapkan.

MIRING KIRI

Varises yang muncul saat hamil umumnya diakibatkan oleh kehamilan itu sendiri. Varises ini muncul karena adanya perubahan pada fungsi dan alat tubuh, juga akibat perubahan hormon. Varises ini sulit dicegah kemunculannya.

Beberapa latihan memang bisa mengurangi rasa sakit yang ditimbulkan varises, seperti pegal dan rasa kaku di kaki. Sering-seringlah mengangkat kaki sehingga posisinya menjadi lebih tinggi dari bagian tubuh lain. Ini bisa dilakukan selama beberapa waktu untuk mengurangi bendungan darah.

Tapi, perlu diingat cara tersebut di atas tidak menghilangkan varises sama sekali. Begitu juga dengan obat-obatan antivarises atau stocking kaki varises.

Untuk mengurangi terjadinya varises, ibu hamil sebaiknya sering berbaring dengan posisi miring ke kiri. Tujuannya agar pembuluh darah balik yang menuju ke jantung yang terletak di belakang rahim agak ke kanan, tidak tertekan.

INFEKSI

Keluhan varises berupa kaki bengkak atau rasa nyeri biasanya timbul apabila varises terserang infeksi. Keadaan ini disebut plebitis. Kuman penyebab infeksi ini masuk ke dalam tubuh pada waktu proses persalinan berlangsung. Kuman yang berhasil masuk lalu akan ikut aliran darah dan sampai di bagian tubuh yang terserang varises.

Inilah salah satu yang menyebabkan varises menetap kendati persalinan sudah berlalu. Malah si ibu akan merasakan sakit yang bertambah. Infeksi varises ini bisa menimbulkan demam dan pembengkakan.

Plebitis bisa juga diakibatkan oleh thrombus, yaitu zat pembeku pada darah dari rahim yang masuk ke dalam aliran darah. Kondisi ini dalam dunia kedokteran disebut thromboplebitis. Umumnya dokter akan memberi obat anti-pembengkakan dan anti-infeksi untuk mencegah thromboplebitis. Memang jenis yang ini jarang terjadi. Tapi mungkin saja, kan?

Mengurangi Rasa Nyeri

*Tegakkan Tungkai

Istirahat sambil tiduran, angkat kaki lebih tinggi untuk beberapa waktu. Apabila Anda duduk di kursi, letakkan kaki pada bangku penyangga. Atau bersantailah dengan menyelonjorkan kaki.

* Jalan-Jalan

Rajin-rajinlah berjalan kaki karena berjalan akan merangsang aliran darah. Gunakanlah alas kaki yang enak dipakai dan aman. Yang perlu diingat, jangan berdiri terlalu lama atau duduk terlalu lama. Berganti-ganti posisi dengan mencari posisi yang nyaman.

* Senam Hamil

Senam hamil akan membantu si ibu berlatih pernafasan pada waktu mengejan, melatih otot-otot panggul, dan mengurangi rasa sakit akibat varises.
* Hindari Pakaian Ketat

Hindari pakaian sempit yang mengganggu sirkulasi darah.

* Konsumsi Makanan Bergizi

Perbanyaklah makanan berserat tinggi seperti sayuran dan buah-buahan. Ini bisa mencegah sembelit dan menjauhkan Anda dari varises di sekitar anus dan vagina.

* Mencegah Infeksi

Cegahlah infeksi dengan pola hidup bersih. Misalnya, biasakan mencuci tangan dan kaki dengan sabun. Segera hubungi dokter apabila terjadi pembengkakan atau rasa nyeri.

Riesnawiati Soelaeman.

sumber: http://www.mail-archive.com/milis-nakita@news.gramedia-majalah.com

my-brother Lindungilah seseorang yang kamu anggap penting… M(_._)M

« Older entries